Jumat, 12 November 2010

SMP Negeri 2 Bitung sebagai Sekolah Adiwiyata


Bitung, (Antara News) - Ratusan Kepala Sekolah (kepsek) Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Minahasa mengunjungi SMP Negeri 2 Bitung penerima penghargaan Adiwiyata Mandiri 2010, Jumat.
Sekretaris Dinas Pendikan Olah raga dan Pemuda Minahasa, Jemmy Maramis mengatakan kunjungan tersebut untuk memberikan wawasan kepada para Kepsek tentang penataan lingkungan.
"Melalui kunjungan ini, para guru akan belajar banyak tentang bagaimana melakukan penataan lingkungan sekolah yang baik," kata Maramis.

Jemmy Maramis mengatakan dari kegiatan ini guru- guru memotret kondisi yang ada dilapangan untuk nantinya dapat diterapkan pada sekolah masing-masing.

Sehingga diharapkan para Kepsek tersebut dapat memanfaatkan sebaik-baiknya kunjungan itu supaya memberikan manfaat dalam penanganan lingkungan sekolah di Minahasa.

"Diharapkan pada tahun 2011, minimal terdapat satu sekolah di Minahasa menjadi penerima Adiwiyata," katanya.

Kepsek SMP Negeri 2 Bitung Julius Ondang mengatakan sekolah tersebut mendapatkan penghargaan Adiwiyata Mandiri.

"Dalam menjaga lingkungan sekolah tersebut, maka peran oran tua dan seluruh siswa serta kerja sama dengan para guru sangat penting," katanya.

Dia mengatakan penilaian untuk adiwiyata bukan saja dengan melihat kondisi lingkungan yang ada dari sekolah itu, tetap ada juga empat komponen lain yang mendukung.

Seperti kebijakan sekolah, tentang visi misi sekolah tersebut tentang lingkungan, pemanfaatan sumber daya alam dengan memanfaatkan secara baik sumber air yang dimiliki dan penghematan listrik.

Serta pengalokasian anggaran sekolah minimal sekitar 10 persen untuk kegiatan lingkungan dan partisipasi dari siswa itu dalam menjaga lingkungan baik di dalam maupun di luar sekolah.
Read More...!

Mewaspadai Sampah Di Tengah Lingkungan Kita

Musim hujan telah tiba dan membasahi lingkungan serta pemukiman kita semua. Bagi lingkungan yang tertata apik tentu musim hujan tidak menimbulkan banyak masalah. Namun untuk lingkungan yang kumuh berbagai masalah tentu akan timbul. Terutama untuk sampah yang menumpuk di saluran-saluran pembuangan yang mampat, karena sistem sanitasi dan drainase yang tidak terkonsep secara matang.

Sampah yang menumpuk tersebut tentunya akan banyak mengganggu kita, disamping menimbulkan bau yang tak sedap. Sampah inipun akan banyak menimbulkan penyakit. Untuk sampah yang banyak mengandung makanan busuk, sudah pasti merupakan sarang hidupnya Bakteri Coli. Sehingga apabila sampah ini menumpuk di saat musim hujan, tentunya akan menimbulkan wabah muntaber atau diare., DB dan lain sebagainya.. Sampah juga bisa mengundang datangnya kawanan tikus dan serangga yang bisa menyebabkan berbagai penyakit pencernaan, penyakit kuning, penyakit cacing perut , Malaria dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan sampah bisa mencemari air permukaan, air tanah , lahan pertanian dan juga bisa mencemari udara yang menyebabkan permasalahan pada manusia dan ekosistem.nya. Hal ini akan menimbulkan ancaman yang lebih serius lagi, karena memasuki awal Tahun 2010 ini curah hujan tentunya akan menngkat tajam. Sehingga dipastikan akan timbul banjir dan genangan di mana-mana, ditambah dengan sistim pertahanan tubuh kita yang menurun..

Sampah yang mencemari lingkungan pada jaman modern ini, bukan hanya sebagai zat hasil buangan kehidupan sosial masyarakat saja ( sisa makanan, plastik, bagian tumbuhan dsb )., tetapi sampah ini juga bisa berasal dari buangan aktifitas teknologi manusia ( waste ), yang mencakup juga zat-zat buang kimiawi atau juga aktifitas nuklir. Oleh karena itu komposisi kimia yang dikandung sampah sangat bergantung lokasi pemukiman , terutama yang memiliki drainase yang berhubungan langsung dengan lingkungan industri.

Sampah yang berupa bahan organik berasal dari aktifitas manusia sebagai makhluk sosial disebut dengan sampah rumah tangga ( Garbage ). Sedangkan senyawa/ bahan yang berasal dari sisa aktifitas manusia dalam bidang teknologi disebut dengan zat buang ( Waste ). Contoh yang tergolong zat buang adalah Carbon Monoksida . CFC dan Green House Gas dan lapin sebagainya..

Di tengah masyarakat, sampah memang menimbulkan hal yang pelik, sebab sampah adalah bahan yang harus diibuang dengan benar karena sifatnya yang racun. Namun demikian terdapat juga komponen sampah yang bernilai ekonomis, oleh karena itu dalam pengelolaan sampah disarankan untuk tidak mengesampingkan aspek daur ulang. Apalagi dengan semakin mahal dan terbatasnya sumber daya alam, maka recycled ( daur ulang ) sampah menjadi pilihan alternatif untuk menghemat biaya produksi suatu bahan, ketimbang kita memproduksi dari bahan mentah ( raw-materials ).

Definisi Sampah / Zat Buang
Sejauh ini belum ada kesepakatan internasional tentang batasan sampah / zat Buang, hal ini disebabakan karena setiap pihak / lembaga atau badan lainnya, memiliki interprestasi yang berbeda mengenai sampah. Sebagai contoh batasan sampah menurut United Nations Environment Program ( U N E P ), sampah adalah senyawa atau bahan yang terbuang atau sengaja dibuang atau harus dibuang menurut undang-undang di negara yang bersangkutan. Ketetapan ini sesuai dengan Basel Convention.

Basel Convention adalah konvensi yang didirikan pada Tahun 1989 , tetapi mulai menerapkan hasil-hasil konvensinya pada tahun 1992, Konvensi ini didirikan untuk mengontrol keamanan barang ekspor dan import antara negara negara erop
Sedangkan batasan sampah / Zat Buang menurut United Nations Statistics Division ( UNSD ) sampah adalah bahan yang bukan produk utama atau bukan bahan yang menjadi tujuan utama untuk diproduksi, didistribusikan atau dikonsumsi. Sampah bisa juga dihasilkan dari bahan sisa pada proses ekstraksi bahan mentah, baik ekstraksi tahap menengah atau ekstraksi akhir, atau sebagai hasil buangan aktifitas manusia. Kategori sampah juga bisa diterapkan untuk sisa daur ulang sampah itu sendiri ataupun bahan sisa dari penggunaan hasil daur ulang sampah.

Batasan menurut Negara Negara Eropa ( EU ) yang dikategorikan sebagai sampah / Zat Buang yang dibuang, perlu atau memang harus dibuang menurut amandemen 75/442/ EC dari Waste Frame Work Directive adalah senyawa atau bahan yang tidak digunakan lagi selama belum aman dan bahan yang tidak memiliki guna lagi untuk lingkungan dan kesehatan manusia.

Demi penyelamatan lingkungan dari ganasnya sampah, maka Inggris pada Th 1994 mengeluarkan perundang undangan tentang sampah yang disebut Waste Management Licensing Regulations yang mendifinisikan sampah sebagai senyawa atau bahan yang diputus kepemilikannya oleh produsen / seseorang karena dibuang atau berniat dibuang atau memang harus dibuang, kecuali untuk bahan yang telah diatur oleh Waste Directive ( Peraturan mengenai sampah ).

Kepedulian Bersama

Dengan demikian masalah sampah dewasa ini adalah masalah yang universal, sehingga memang perlu adanya regulasi yang disepakati semua negara tentang peraturan dan prosedur pengelolaan sampah. Bahkan bukan hanya regulasi tersebut di atas saja, namun tehnik pengelolaan dan fasilitas untuk pembuangan sampahpun kini harus pula dikembangkan menurut tehnik yang aman.

Keseriusan semua pihak / negara dalam mengatur sampah ini memang cukup beralasan, karena menurut data statistik yang dihimpun negara-negara pendukung Basel Convention menggambarkan bahwa selama Th 2001 masyarakat Eropa telah membuang sampah sebanyak 338 juta ton . Masih pada tahun yang sama Organizaton Economic Co-operation and Development ( O E C D ) melaporkan bahwa sebanyak 4 milyar ton sampah telah dibuang ke laut yang berasal dari negara-negara anggota OECD tersebut..Sedangkan menurut data terbaru, rata-rata jumlah sampah yang dibuang masyarakat dunia per orang/pertahun adalah sebanyak 572, 5 Kg.

Kepedulian semua pihak terhadap pencemaran sampah ( zat buang ) dan pengelolaan sampah dewasa ini telah meningkat tajam terutama dalam hal penyelamatan lingkungan global. Hal ini disebabkan karena daya dukung alam ( sustain ability ) telah terancam dengan adanya laju pencemaran dan kerusakan lingkungan, pengambilan sumber daya alam yang menunjukan skala dil luartakaran umum. Ditambah lagi dengan timbulnya pencemaran udara, pengumpulan dan penyebaran zat buang yang beracun, kerusakan dan penebangan hutan, tanah dan air, kerusakan lapisan ozon, emisi gas rumah kaca yang mengancam hidup manusia dan ribuan species organisma lainnya, kelestarian alam dengan keanekaragaman hayati serta kelestarian alam sebagai warisan generasi mendatang.

Memperhatikan kenyataan tersebut di atas maka permasalahan sampah adalah permasalahan yang serius untuk setiap negara. Terlebih – lebih dengan anggaran yang tidak sedikit untuk menmangani masalah tersebut. Meskipun demikian anggaran yang tinggi tersebut memang harus di belanjakan demi unsur hiegenis masyarakat yang membutuhkannya. Sebenarnya biaya pengelolaan tersebut setidak-tidaknya dapat dihemat bila kita mengkonsep terlebih dahulu sistim pengumpulan sampah yang efisien yang meliputi rute, alat transportasi dan peran masyarakat.

Dalam hal penyediaan anggaran jangan dikesampingkan pula biaya untuk tempat pengolahan dan pembuangan sampah yang tepat , yang tidak banyak dikeluhkan oleh berbagai pihak karena dampak dari bising, debu, bau dan lain sebagainya.
Namun yang jelas dengan diterapkan manajemen pengeleloan sampah dari mulai pengumpulan dan pengolahan sampah akan menyedot tenaga kerja yang tidak sedikit. Terutama tenaga kerja informal seperti pemulung dan lain sebagainya yang memisahkan pecahan kaca, kaleng, plastik dari masa sampah yang menumpuk.

Hal ini tentunya bisa meningkatkan pendapatan ekonomi terhadap mereka. Sehingga anggaran biaya negara untuk penciptaan padat karya juga bisa dihemat.

Apabila konsep pengelolaan sampah telah tertata rapi, maka sampah dan zat buang lainnya tentunya tidak membawa dampak serius. Sebab penanganan yang tidak serius tentu saja akan mengakibatkan wabah suatu penyakit yang akan menyengsarakan masyarakat dan akhirnya akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Pengelolaan Sampah di Kota Besar
Sampah menimbulkan problem khusus di kota-kota besar di indonesia, seperti halnya di kota-kota besar lainnya di dunia. Problem ini tentunya menyangkut masalah pengumpulan sementara dan pengolahan yang aman di tempat pembuangan akhir. Perlu diketahui bahwa sampah dari zat organik yang menumpuk akan mengalami proses dekomposisi oleh bakteri, sehingga menjadi bahan yang melapuk dan kembali ke dalam konglemerasi mineral bersama dengan kandungan unsur kimia tanah.

Sebagai hasil sampingan proses dekomposisi sampah tersebut, terbentuklah gas amoniak yang mudah terbakar,. Oleh karena itu proses penimbunan sampah di tempat pembuangan akhir harus dilakukan dengan tehnk – tehnik khusus dan jauh dari pemukiman penduduk.

Pengelolaan Sampah di kota – kota di Indonesia dilakukan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan, dari mulai collecting di Tempat Pembuangan Sementara ( TPS ), transportasi, penimbunan di Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ) sekaligus Pengelolaan di TPA yang aman. Sampah yang berasal dari rumah tangga, pasar dan mall, perkantoran, pabrik dikumpulkan di TPS yang berupa Permanen Container ( terbuat dari beton ) atau Container Mobil.

Secara berkala sampah tersebut di angkut menuju ke Tempat Pembuangan Akhir yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah setempat, untuk dikumpulkan dan disortir dari bahan non organik, serta dilakukan dekomposisi dengan tehnik Open Dumping, yaitu tehnik yang diterapkan dengan cara menimbun sampah yang sudah menumpuk dengan tanah. Setelah terlebih dahulu pada bagian dasar litter ( lapisan sampah ) diipasang pipa-pipa pembuangan Gas Amoniak. Pemasangan pipa ini mutlak harus dilakukan mengingat sifat Gas Amoniak bila terakumulasi di dalam partikel sampah yang telah membusuk , bisa menimbulkan ledakan yang kuat.

Tehnik Open Dumping ini bisa dilakukan secara berlapis –lapis sesuai dengan kebutuhan dan standar prosedur tertentu. Sehingga sampah organik dari kota besar akan berdekomposisi dengan tanah lagi dan tidak menimbulkan dampak yang membahayakan.
(Dari beberapa sumber).
Read More...!

Cara membuat Rumah yang Sehat

1. Rumah Sehat

Bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan sarana pembinaan keluarga serta memenuhi syarat kesehatan.

Rumah sehat secara sederhana adalah rumah yang memiliki ruangan terpisah untuk keperluan hidup sehari-hari dengan ukuran yang memadai, antara lain :
kamar tidur
ruang makan / keluarga
dapur
kamar mandi
jamban / WC
tempat cuci pakaian
syarat rumah sehat :
bahan bangunan tidak terbuat dari bahan yang berbahaya bagi kesehatan.
Lantai sebaiknya yang kedap air, dinding kuat dan tidak lembab serta berwarna cerah.
Memiliki ruang-ruangan yang tertentu.
Pencahayaan alam atau buatan harus cukup.
Suhu antara 18o – 30o C.
Memiliki ventilasi.

2. Kesehatan Lingkungan Perumahan

lingkungan perumahan yang memiliki persyaratan kesehatan, antara lain :
lokasi tidak terletak pada daerah rawan bencana.
Udara jauh dari pencemaran.
Kualitas air tanah dan air minum harus baik dan memenuhi persyaratan kesehatan.
Kualitas tanah lokasi perumahan harus baik dan memenuhi persyaratan kesehatan.
Sarana dan prasarana lingkungan harus bagus.
Pengelolaan pembuangan kotoran manusia dan pembuangan sampah tidak mencemari air tanah, tidak berbau, tidak dipakai untuk sarang penyakit, dan lain-lain.
Penghijauan.

3. Rumah Yang Tidak Sehat Dan Akibatnya.

Rumah dengan kondisi berikut :
kotor
ruangan pengap, lembab
asap dapur tidak keluar dari rumah
sampah menumpuk
kamar mandi dan tempat air tidak bersih
lantai kamar mandi berlumut
penggunaan alat elektronik yang tidak tepat

4. Upaya Agar Rumah Menjadi Sehat

yang perlu dilakukan agar rumah menjadi sehat :
membuka jendela kamar setiap pagi dan siang.
Membersihkan rumah dan halaman rumah setiap hari.
Kamar mandi dijaga kebersihannya setiap hari.
Membuang sampah pada tempatnya.
Mendapat penerangan yang cukup.
Dinding diusahakan terang.
Menata rapi barang di rumah.
Melakukan penghijauan pada halaman.
Menguras bak mandi.
Mengubur barang bekas.

5. Manfaat rumah sehat.
untuk tempat beristirahat, tempat tinggal dan kegiatan hidup harian.
Melindungi manusia dari cuaca baik / buruk.
Mencegah penyebaran penyakit menular.
Melindungi penghuninya dari bahaya-bahaya dari luar.
Meningkatkan hubungan sosial diantara penghuninya.
Read More...!

Lingkungan kotor, banyak penyakit

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok kita sehari-hari serta untuk berteduh apabila terjadi panas dan hujan, sebagai tempat berlindung kita. Rumah juga dapat menimbulkan beberapa risiko penyakit termasuk bahaya radiasi dan pencemaran udara apabila setiap harinya tidak bersih. Agar penghuni rumah terhindar dari penyakit-penyakit tersebut, maka diperlukan kondisi kualitas kesehatan lingkungan rumah yang baik.

Untuk mewujudkan lingkungan perumahan yang sehat harus memperhatikan lokasi, kualitas tanah dan air tanah, kualitas udara ambien, kebisingan, getaran dan radiasi, sarana dan prasarana lingkungan (saluran air, pembuangan sampah, jalan, tempat bermain, dan sebagainya), binatang penular penyakit (vektor), dan penghijauan.

Bila lingkungan perumahan tidak diperhatikan, maka dapat memudahkan terjadinya penularan dan penyebaran penyakit, seperti diare, cacingan, ISPA, TBC, demam berdarah, malaria, typhus, leptospirosis, dan dapat menyebabkan kecelakaan seperti kebakaran, tertusuk paku atau kaca, terpeleset, terantuk, dan sebagainya.

Supaya lingkungan rumah kita tidak merupakan sumber penularan penyakit maka diperlukan partisipasi kita semua untuk turut memelihara serta menjaga lingkungan dan rumah supaya tetap bersih dan sehat sehingga menjadi tempat penghunian yang aman dan nyaman.
Istilah-istilah dalam lingkungan :

a. Rumah adalah bangunan sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga.

b. Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana lingkungan.

c. Kesehatan perumahan adalah kondisi fisik, kimia, dan biologi di dalam rumah, di lingkungan rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal.

d. Sarana kesehatan lingkungan adalah fasilitas penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya.

e. Prasarana kesehatan lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan pemukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

f. Vektor adalah binatang perantara penular penyakit tertentu seperti nyamuk, lalat, kecoa, tikus, pinjal, kutu, dan sebagainya.

g. Tempat perindukan atau sarang adalah tempet-tempat yang disukai atau cocok untuk berkembang biak vektor penyakit.

h. Radiasi adalah pancaran energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dan partikel yang tidak dapat dilihat, dirasa, dan tidak berbau kecuali cahaya, yang dibedakan atas sifatnya yaitu radiasi pengion (dapat mengionisasi atom dan memutuskan keseimbangan atom-atom dalam molekul sel tubuh) dan radiasi tak pengion (tidak dapat mengionisasi dan memutuskan keseimbangan atom-atom sel tubuh).

i. Radiasi alam adalah radiasi yang berasal dari alam antara lain sinar kosmik dari luar angkasa, sinar matahari (sinar ultraviolet, cahaya tampak, dan sinar merah), radiasi dari kerak bumi seperti daerah tambang timah, batu bara, emas, tembaga, dan lain-lain.

j. Radiasi buatan adalah radiasi yang terbuat dari hasil elektrologi yang direkayasa untuk memenuhi kebutuhan manusia seperti sinar X untuk foto rontgen, radiasi untuk terapi diagnosa penyakit di rumah sakit, radiasi medan magnet, medan listrik dan kerapatan daya dari telepon seluler, televisi, radar, pemancar, alat pemanas mikrowave dan komputer.

k. Pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya.

l. Pengendalian pencemaran udara adalah upaya pencegahan dan atau upaya penaggulangan pencemaran udara serta pemulihan kualitas udara.

m. Udara ambien adalah udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfer yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya.

n. Gerakan peduli udara bersih adalah gerakan masyarakat untuk mewujudkan kepedulian masyarakat terhadap udara bersih.
Read More...!

Hidup Sehat Itu Tidak Susah

Ada beberapa hal yang sering dilewatkan dalam menjalani hidup, sehingga akibat buruk dari kebiasaan ini akan datang mengganggu kesehatan kita. Hal ini bisa terjadi hanya karena kebiasaan hidup yang tidak teratur. Kebiasaan tersebut adalah antara lain melewatkan sarapan, kurang minum air putih, kurang gerak sampai dengan ngemil snack berkalori tinggi. Menurut Pete Cohen, psikolog dan physical trainer, bahwa tidak ada manusia lahir dengan kebiasaan buruk. Kebiasaan ini dipelajari saat tumbuh dewasa. Cara yang paling jitu untuk membuang kebiasaan buruk adalah dengan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih baik. Menurut beberapa penelitian, diperlukan pengulangan 20 - 30 kali untuk kemudian menjadi kebiasaan baru.

Apakah semudah itu ??, sepertinya mudah saja, tapi kalau dijalani mengapa sulit??, karena kita memang hidup dilingkungan yang sudah mengesahkan kebiasaan-kebiasaan buruk itu menjadi hal yang biasa.

Ada beberapa tips dibawah ini, mengenai cara menghargai hidup dengan menjalani hidup secara sehat dan teratur, yaitu:

1. Minum air putih secara cukup
Kenapa terjadi? tubuh manusia tidak akan memberi sinyal berupa rasa haus sampai tubuh benar-benar kekurangan air atau mengalami dehidrasi.
Mengapa air putih? karena dua per tiga tubuh kita terdiri dari air, maka air merupakan unsur terpenting bagi tubuh. Setiap hari kita kehilangan 1,5 liter air lewat kulit, paru-paru dan ginjal (berupa air kencing). Untuk itu kehilangan itu harus digantikan dengan jumlah yang cukup, sehingga tubuh akan terhindar dari kelelahan, sakit kepala, kulit kusam dan bad mood.

2. Sarapan pagi setiap hari
Kenapa terjadi? Alasan yang sering didengar adalah karena tidak cukup waktu untuk sarapan.
Mengapa sarapan? Kalau sarapan terlewatkan maka akan mempengaruhi produktivitas kerja. Untuk itu 'dengarkan' tubuh anda dengan melakukan sarapan sehat secara rutin setiap hari. Sarapan sehat adalah makanan ringan yang cukup gizi seperti segelas susu atau jus buah atau sarapan siap saji yang kaya gizi dan rendah lemak.

3. Makan siang yang bergizi
Kenapa terjadi? Karena biasanya kelebihan karbohidrat sering terjadi saat makan siang, atau kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung protein sebagau sumber energi.
Mengapa harus bergizi? Biasanya ngemil makanan tinggi kalori akan jadi pilihan utama apabila rasa lapar menyerang, seperti cokelat, keripik atau biskuit, yang banyak mengandung lemak, gula dan garam.
Untuk itu memilih makan siang yang bergizi adalah cara yang bijaksana untuk mengatasi rasa lapar. Cara yang bijaksana menurut Dr. Wendy Doyle, ahli diet, dengan cara menambah lauknya, makan sepotong buah atau segelas yoghurt.

4. Siasati makan malam
Kenapa terjadi? Biasanya setelah lelah seharian kerja, maka akan malas kalau harus mempersiapkan makan malam.
Mengapa disiasati? Karena biasanya bila tidak mempersiapkan makan malam maka fast food atau take-away food, yang pasti mengandung tinggi lemak dan garam. Cara mengatasinya??, makan sesuatu sebelum pulang kantor dan mengisi kulkas dengan bahan makanan yang lebih tahan lama simpan untuk keadaan darurat. Kalau terpaksa membeli makanan, lebih baik hindari makanan yang digoreng dan pikirkan makanan tersebut mengandung gizi, yang paling tidak, cukup.
Read More...!

Kamis, 11 November 2010

Mengolah Air Bersih yang Tercemar


Jakarta, Saat bencana terjadi, kelangkaan air bersih tentunya menjadi masalah yang perlu diperhatikan. Pada kondisi ini banyak sumber air yang mengalami pencemaran. Lalu bagaimana caranya mengolah air bersih yang terkena pencemaran?
Dua pertiga dari berat tubuh manusia adalah air. Hal ini membuat manusia mampu bertahan hidup tanpa makanan selama tiga minggu, tetapi tidak mungkin hidup tanpa air selama lebih dari tiga hari. Kondisi air yang dikategorikan aman dan sehat dikonsumsi adalah jernih, tak berwarna, tak berbau, tak berasa, bebas dari penyakit yang mengandung mikroorgansime dan bebas zat kimia berbahaya.

Dengan adanya bencana alam tentunya membuat banyak sumber mata air bersih tercemar, baik karena bahaya biologis (seperti virus, bakteri atau cacing) maupun bahaya kimia (seperti deterjen, pelarut, sianida, logam berat, asam mineral dan organik, senyawa nitrogen, sulfida, amoniak dan senyawa organik beracun biosidal varietas besar).

Bahaya biologis dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti:
Diare
Infeksi cacing
Disentri (baik amuba dan bakteri)
Kolera
Masalah lambung
Penyakit tipus
Penyakit kuning

Sedangkan bahaya kimia dapat menyebabkan masalah kesehatan sebagai berikut:
Infeksi kulit
Gangguan usus
Gangguan hati, tulang dan sistem peredaran darah, kelahiran anomali
Anemia, kerusakan sumsum tulang, leukemia
Kerusakan sistem saraf pusat
Masalah karsinogenik

Bagaimana memurnikan air yang tercemar?

Dilansir dari Webhealthcentre, Jumat (5/11/2010), pemurnian air yang banyak dilakukan ada tiga tahap, yaitu penyimpanan, filtrasi dan klorinasi. Tapi sepertinya tiga tahap ini belum cukup untuk benar-benar memurnikan air yang tercemar.

Berikut beberapaa cara lain untuk mengurangi bahaya pencemaran air baik secara biologis maupun kimiawi:

1. Penyaringan dan perebusan
Meski tampak bersih, air yang akan diminum harus disaring dan direbus hingga mendidih setidaknya selama 5-10 menit. Hal ini dapat membunuh bakteri, spora, ova, kista dan mensterilkan air. Proses ini juga menghilangkan karbon dioksida dan pengendapan kalsium karbonat.

2. Disinfeksi kimia
Hal ini berguna untuk memurnikan air yang disimpan pada tempat seperti di genangan air, tangki atau air sumur.

3. Bubuk pemutih
Proses ini merupakan diklorinasi kapur. 2,3 gram bubuk pemutih diperlukan untuk mendisinfeksi 1 meter kubik (1.000 liter) air. Tapi air yang sangat tercemar dan keruh tidak bisa dimurnikan dengan metode ini.

Bubuk pemutih merupakan senyawa tidak stabil dengan bau yang menyengat. Ketika senyawa ini terkena udara, cahaya atau kelembaban, maka senyawa ini akan cepat kehilangan kadar klorin, sehingga menjadi tidak efektif.

4. Tablet klorin
Dipasaran, tablet klorin dijual dengan nama tablet halazone. Senyawa ini mungkin cukup mahal tetapi efektif untuk memurnikan air dengan skala kecil.

Tablet klorin 'smarter' telah diperkenalkan baru-baru ini. Tablet klorin ini 15-20 kali lebih kuat dari tablet halogen. Satu pil 0.5 gms, cukup untuk mendisinfeksi 20 liter air.

5. Filter
Ada beberapa jenis filter, antara lain filter keramik 'lilin' dan UV filter.

Bagian utama dari sebuah filter keramik 'lilin' ini adalah lilin yang terbuat dari porselin atau tanah infusorial. Permukaannya dilapisi dengan katalis perak sehingga bakteri yang masuk ke dalam akan dibunuh. Metode ini menghilangkan bakteri yang biasanya ditemukan dalam minum air, tetapi tidak efektif dengan virus yang bisa lolos saringan.

Alat UV filter umumnya terdiri dari prefilter, yaitu filter kotoran fisik. Kartrid karbon menghilangkan air dari kotoran organik yang berwarna, bau, bebas klorin dan lainnya. Sedangkan berkas sinar UV berfungsi untuk menghilangkan bakteri dan virus.
Read More...!

Lingkungan Bersih Gagalkan 13 Juta Kematian di Dunia


Data baru yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), menunjukkan bahwa 13 juta kematian di seluruh dunia dapat dicegah setiap tahunnya dengan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Di beberapa negara, lebih dari sepertiga beban penyakit dapat dicegah melalui peningkatan kualitas lingkungan.
"Sangatlah penting untuk mengkuantitatif beban penyakit dari lingkungan yang tidak sehat. Ini merupakan kunci untuk membantu negara-negara menentukan intervensi yang dibutuhkan," ujar Asisten Direktur-Jenderal untuk Pembangunan yang Berkelanjutan dan Lingkungan Sehat WHO, Susanne Weber-Mosdorf dalam pernyataan tertulis yang diterima. Menurut Susanne, kegiatan-kegiatan pencegahan sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya penyakit akibat lingkungan yang tidak sehat, terutama di negara-negara miskin.Di 23 negara di seluruh dunia, 10 persen lebih kematian disebabkan dua alasan utama: air yang tidak bersih, termasuk sanitasi dan kebersihan yang buruk, dan polusi udara di dalam ruangan yang disebabkan oleh penggunaan bahan bakar padat untuk memasak.Di seluruh dunia, anak-anak di bawah usia lima tahun menjadi korban utama dan merupakan 74 persen dari kematian yang disebabkan oleh penyakit diare dan infeksi saluran pernafasan bagian bawah.

Negara-negara yang berpendapatan rendah mengalami kerugian paling besar dari faktor-faktor lingkungan ini. Mereka kehilangan sekitar 20 tahun dari masa hidup sehat per penduduk per tahun dibandingkan dengan mereka yang hidup di negara berpendapatan tinggi

Lingkungan Bersih

Bersih disini akan kita artikan secara luas, bukan sekedar bersihnya benda atau lingkungan tempat yang terbebas dari kotoran, tapi bersihnya hati kita dari kesombongan dan kotoran jiwa-kotoran jiwa lainnya yang dapat mengantarkan kita pada kehidupan social yang penuh masalah dan bermasalah. Lingkungan bersih termasuk didalamnya pribadi ynag bersih adalah dambaan setiap kita. Karenanya menjadi penting membangun lingkungan bersih dimulai dari pribadi-pribadi bersih (bermoral dan soleh) yang berada dalam lingkungan tersebut.

Banyak cara untuk menjadikan lingkungan dan pribadi yang bersih, diantaranya:
Aspek Pribadi bersih:
1. Bimbingan orangtua dengan memberikan teladan yang baik
2. Pendidikan Agama yang lebih intensif
3. Membiasakan hidup bersih (bermoral) dengan menjalankan Norma Agama dan
Menjauhkan prilaku Maksiat.

Aspek Lingkungan (social)
1. Penggalakkan Hidup bersih, sehat dan peduli dengan kerja bakti massal
2. Peningkatan 3 M ( Mengubur, Menguras,Menutup) agar terbebas dari berbagai penyakit khususnya Demam Berdarah Dangue.
3. Transparansi Management dari pemerintah local semisal Lurah, RW dan RT.

Dari cara-cara di atas, jika diterapkan dengan baik dan konsisten maka akan dapat membersihkan lingkungan dari masalah – masalah social, setidaknya dapat mewarnai lingkungan dengan nilai-nilai kebaikan.

Pribadi Peduli

Erat kaitannya antara lingkungan bersih dan pribadi peduli, karena bersihnya lingkungan dapat dikatakan karena pribadi-pribadi yang berada dalam lingkungan tersebut adalah pribadi yang peka dan tanggap terhadap masalah lingkungannya. Karenanya lingkungan bersih adalah cermin pribadi peduli.

Sedangkan kepedulian muncul dari kebersihan moral pribadi tersebut. Pribadi yang peduli terhadap lingkungan hendaknya dimiliki oleh setiap kita yang ingin lingkungan kita bersih dan jauh dari masalah serta tidak bermasalah. Peduli terhadap lingkungan adalah cara menagatasi kesenjangan social, yang kaya menyantuni yang miskin, yang kuat membantu yang lemah, yang mampu meringankan yang kurang mampu. Dengan demikian diharapakan tidak ada lagi tetangga kita satu lingkungan yang kelaparan, putus sekolah, dan bunuh diri karena dililit hutang dan himpitan ekonomi lainnya.

Kepedulian tidak hanya dengan materi, ia dapat dibangaun dan diwujudkan dengan banyak cara, semisal dengan tenaga dan waktu luang, yaitu dengan cara:
1. bergotong royong membangun rumah ibadah,
2. kerja bakti massal
3. pelayanan yang prima (bagi aparatur Negara),
4. Saling nasihat menasihati dalam kebenaran
Read More...!

Olahraga yang Cocok di Pagi Hari


Jakarta, Kebanyakan orang merasa sedikit pusing, lambat dan badan kaku ketika bangun di pagi hari. Dengan olahraga pagi bukan hanya menghilangkan keluhan tersebut, tetapi juga meningkatkan semangat dan energi.
Dengan menggunakan waktu di awal hari untuk olahraga dan peregangan otot, akan membuat detak jantung meningkat dan dapat memberikan energi yang membantu menjaga suasana hati baik sepanjang hari.
Apa saja olahraga yang baik dilakukan di pagi hari?
Dilansir Livestrong, Jumat (12/11/2010), berikut beberapa olahraga yang paling baik dilakukan di pagi hari:

1. Jalan kaki
Jalan kaki adalah latihan fisik yang memberi banyak manfaat. Berjalan kaki merupakan salah satu olahraga yang memberikan risiko cedera sangat rendah, juga menggabungkan antara peregangan dan kardio (olahraga jantung) dengan gerakan otot yang kuat.

Menurut Cleveland Clinic, memulai hari dengan berjalan kaki juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh, karena berjalan merangsang produksi antibodi dan limfosit T.

Selain itu, berjalan kaki dapat dilakukan di mana-mana dan di hampir semua kondisi. Setidaknya lakukan jalan kaki secara rutin selama paling sedikit 20 sampai 30 menit setiap hari.

2. Yoga
Mulailah hari dengan fleksibilitas dasar dan pelatihan keseimbangan dengan melakukan yoga selama beberapa menit. Yoga sangat efektif untuk menghilangkan stres dan meningkatkan relaksasi, mengencangkan otot serta membangun kekuatan.

Karena otot sering kaku dan nyeri di pagi hari, melakukan serangkaian gerakan yoga yang lembut adalah cara yang baik untuk menghangatkan dan mempersiapkan tubuh untuk aktivitas lainnya.

3. Aktifitas aerobik
Selain membantu jantung bekerja lebih efisien dan membantu membakar kalori ekstra, aerobik adalah cara yang baik untuk menggabungkan latihan berat menjadi rutinitas yang lebih singkat.

Pilih kegiatan aerobik yang menarik minat Anda, seperti bersepeda, jogging atau berenang.
Read More...!

5 Cara pokok Menurunkan Penyakit Jantung

Gaya hidup masa kini yang ‘demanding’ membuat kita hidup dalam berbagai tekanan. Belumlagi pola makan yang sembrono – ‘asal kenyang dan asal enak’ membawa kita pada ancaman berbagai penyakit. Penyakit jantung adalah salah satu momok dalam dunia kesehatan.
Namun sesungguhnya tak terlalu sulit untuk mencegah dan menurunkan resiko dari berbagai penyebab penyakit jantung.
Berikut 5 cara di antara berbagai usaha mengurangi resiko terkena penyakit jantung.

Mengikuti Diet Jantung Sehat

Healthy heart diet atau diet jantung sehat merupakan panduan yang cukup sederhana dan mudah untuk diikuti. Dengan diet ini faktor makanan yang kita konsumsi dapat menurunkan resiko terkena penyakit jantung.

Mengurangi dan membatasi makanan yang mengandung lemak trans dan hydrogenated oils yang dapat ditemukan pada mentega, fast food, serta makanan yang di goring.
Batasi pula konsumsi gula-terefinasi seperti dari cake, cookies, permen dan lain sebagainya.
Gunakan ‘extra virgin olive oil’ dan bawang putih saat memasak, dua bahan ini mampu menurunkan kolesterol.
Tambahkan Asam Lemak Omega 3 dalam diet anda – sumber terbaiknya adalah dari minyak ikan Salmon.
Berlatih / Berolah Raga Secara Teratur

Membangun program latiahan atau olahraga yang stabil dan teratur jelas akan membuat resiko terkena penyakit jantung akan menurun. Tubuh yang terbiasa berolah raga mampu dengan cepat me-recharge energi dan meningkatkan ketahanan tubuh. Cara mudahnya :

Cobalah untuk melakukan olah raga ringan di gym , sekadar Jogging atau bersepeda, 3-4 kali dalam semiinggu. Lakukan sekurangnya 30 menit setiap kalinya.
Jaga rutinitas sehari-hari Anda, serta mulailah dengan tempo yang perlahan.
Pastikan untuk selalu melakukan peregangan setelah laithan atau olah raga keras.
Jaga kadar air selama berolah raga, serta beristirahatlah beberapa kali dalam satu kali keseluruhan latihan.
Canangkan Gaya Hidup Sehat

Selain menjalankan diet sehat dan berolahraga secara teratur, ada beberapa kebiasaan dan gaya hidup yang harus diperbaiki untuk terus menunjang usaha menurunkan resiko terkena penyakit jantung. Diantaranya :

Berhenti merokok dan hindari menjadi perokok pasif – keduanya menyebabkan penyakit jantung sama bahayanya.
Batasi atau hindari mengkonsumsi alkohol – konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan akan menguras kadar vitamin dan nutrisi lain dalam tubuh.
Hindari Stress dan perasaan gelisahan – kedua hal ini dapat melonjakkan tekanan darah. Tekanan darah yang meningkat dapat menggangu metabolism dan berujung pada berbagai penyakit.
Jagalah berat badan pada batas ideal yang disarankan – kegemukan juga akan meningkatkan peluang terkena penyakit jantung.
Perhatikan Indikator Darah dalam Memicu Penyakit Jantung

Pastikan untuk melakukan pemeriksaan darah rutin seperti cek kadar kolesterol (HDL dan LDL), Triglyceride dsb. Perhatikan cara berikut jika terjadi peningkatan level dari indikator tadi :

Jika Kolesterol Anda meningkat, segera jaga asupan makanan Anda. 20% dari kolesterol datang dari apa yang kita makan, 80% lainnya sesungguhnya diproduksi oleh liver kita.
Jika kadar Triglyceride( lemak) terlalu tinggi, turunkan jumlah karbohidrat dan gula yang kita makan.
Masukkan Nutrisi Sehat Jantung kedalam Makanan

Proses pengolahan makanan dewasa ini banyak mengurangi bahkan menghilangkan nutrisi esensial dari bahan makanan. Jadi saat kita mengkonsumsi makanan yang seharusnya mengandung vitamin ataupun nutrisi yang baik, sesungguhnya nutrisi dan vitamin tersebut sudah lenyap dari makanan.

Jadi ada kalanya kita memilih suplemen makanan yang mengandung nutrisi yang baik bagi jantung kita. Itu semua agar tubuh lebih siap dalam menjaga kesehatan jantung. Berikut panduannya :

Ikan di perairan yang dingin sering tercemar dan tidak mengandung sari Omega 3. Hal ini terjadi karena proses penanganan dan pengolahannya yang kurang baik. Untuk itu ada perlunya mengkonsumsi suplemen minyak ikan murni yang disuling dengan molekul.
Banyak dari kita tak sadar kalu kekurangan Vitamin. Ini terjadi karena diet yang buruk, faktor usia lanjut atau sedang sakit. Oleh karena itu suplementasi vitamin sangat penting untuk jantung. Beberapa diantaranya adalah Vitamin B, Antioksidan, vitamin C dan Vitamin E sangat penting untuk menjaga ketahanan jantung.
Ada banyak nutrisi penting untuk menjaga kesehatan Jantung serta kesehatan umum dan kesejahteraan. Berkonsultasilah dengan ahli nutrisi untuk mendapatkan pola makan yang baik dan benar.
Read More...!

Hidup Lebih Sehat (dari Dr. Don Colbert)

Jadwal yang disarankan untuk meminum dua liter air setiap hari :

30 menit sebelum makan pagi : 1 gelas
2,5 jam setelah makan pagi : 1 gelas
30 menit sebelum makan siang : 1 gelas
2,5 jam setelah makan siang : 1 gelas
30 menit sebelum makan malam : 2 gelas
2,5 jam setelah makan malam : 1 gelas
30 menit sebelum tidur : 1 gelas Minum air sebelum makan memiliki dua kepentingan :
1. Akan mengurangi nafsu makan karena perut anda terasa penuh.
2. Memberikan manfaat positif bagi pencernaan anda.

Menghindari sikap negatif untuk hidup yang lebih sehat :
Perasaan-perasaan mematikan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh kita.

Dampak-dampak dari perasaan-perasaan mematikan yang tidak pernah
terpikir oleh kita sebelumnya adalah :

KEMARAHAN, dapat menyebabkan :

-Rheumatoid arthritis
-Serangan jantung
-Penyakit jantung
-Gagal jantung
-Kanker
-Tekanan darah tinggi
-Stroke
-Tukak lambung

Dr. Robert Eliot, seorang ahli kardiologi ternama, menemukan bahwa
ketika
“para pereaksi panas” itu memendam perasaan-perasaan mereka, itu pada
akhirnya berubah menjadi permusuhan dan kemarahan. Ketika itu terjadi,
tekanan darah meningkat tajam, resiko serangan jantung dan stroke akan
lebih tinggi. Maka, lepaskan kemarahan dan mintalah pengampunan, jangan
menyimpan kemarahan sampai matahari terbenam.

KEBENCIAN dan IRI HATI, dapat menyebabkan :

-Tekanan darah tinggi
-Sakit kepala migran
-Penyakit jantung
-Tukak lambung
-Kanker.

Ketika seseorang mengalami kemarahan yang berlebihan, kekhawatiran dan
stress yang diakibatkan oleh kebencian, tingkat adrenalinnya meningkat,
tekanan darah juga meningkat dan dengan begitu jantung-khususnya
serangan
jantung- bertambah bagi mereka yang hidup dalam kemarahan.

Orang-orang itu menghadapi resiko penyakit jantung dua kali lebih tinggi
disbanding orang lain. Sebagai tambahan, ketika seseorang mengalami
kekecewaan, kemarahan atau ketakutan saat makan, perasaan-perasaan
negatif
ini merangsang system saraf simpatiknya, yang pada gilirannya
menyebabkan
berkurangnya pengeluaran enzim-enzim pancreas, yang menciptakan
kesulitan
dalam pencernaan makanan.

Ini menyebabkan perut kembung, adanya gas, sakit ulu hati, dan masalah
pencernaan lainnya. Stress yang berlebihan yang disebabkan oleh
perasaan-perasaan negatif cukup berbahaya karena itu meningkatkan
tingkat kortisol kita, yang kemudian menekan system kekebalan tubuh
kita.
Ketika system kekebalan kita tertekan, sel kanker mulai terbentuk dan
berkembang.

Kebencian dan iri hati merupakan perasaan-perasaan yang merusak.

KESOMBONGAN, dapat menyebabkan :

-Penyakit mental
-Stroke
-Serangan jantung
-Kematian

Menurut pandangan saya, perasaan yang paling mematikan adalah
kesombongan.

Kerendahan hati dan ucapan syukur kepada Pencipta akan melindungi anda
dari
perasaan yang paling mematikan - kesombongan .

KETAKUTAN dan KEKHAWATIRAN (ANXIETY), dapat menyebabkan :

-Penyakit jantung
-Penyakit mental
-Kepanikan
-Depresi
-Serangan jantung
-Fobia.

Tubuh anda bisa menanggapi ketakutan dan kekhawatiran dengan memicu
pelepasan hormon adrenalin secara berlebihan, yang menyebabkan
percepatan
denyut jantung, penigkatan ventilasi paru yang abnormal, telapak tangan
berkeringat, dan meningkatnya kontraksi system pencernaan. Ketakutan dan
kekhawatiran yang berkesinambungan dapat menyebabkan keadaan peningkatan
ini terjadi terlalu lama, dan dapat menyebabkan kelelahan adrenalin,
kelelahan, kegelisahan dan kepanikan, gejala sulit buang air besar dan
sakit kepala karena ketegangan. Kelelahan fisik dan emosional dan
kelemahan
system kekebalan tubuh anda dapat terjadi, dan hasil akhirnya adalah
penyakit.

DEPRESI, dapat menyebabkan :

-Kanker

Penelitian telah menunjukkan bahwa pria memiliki kecenderungan untuk
melepaskan kemarahan mereka, sementara wanita cenderung
menyembunyikannya.
Adalah benar bahwa kanker dapat menyerang semua orang, tetapi salah satu
factor yang paling umum yang ditemukan para peneliti sebelum kanker
menyerang adalah ‘kurangnya penyaluran emosi’. Ibu rumah tangga memiliki
peluang 54% lebih besar terkena kanker dibanding populasi pada umumnya
dan
157% lebih besar dibanding dengan para wanita yang bekerja di luar
rumah.

Langkah-langkah untuk mengembangkan hati yang gembira untuk menghasilkan
kesehatan yang baik dan jauh dari penyakit:

-Mengampuni
-Mengendalikan lidah
-Bersahabatlah dengan orang-orang yang positif
-Berilah makanan yang sehat ke dalam pikiran anda
-Kehidupan berohani yang akan mengubah kehidupan anda
-slalu tersenyum
Read More...!

Minggu, 21 Maret 2010

Lingkungan Sehat Rakyat Sehat

Adalah sebuah tema yang sarat dengan pesan untuk berbenah diri dalam menyehatkan seluruh anak bangsa dan seluruh kandungan yang ada di bumi nusantara ini. Ketika lingkungan sehat, maka sudah barang tentu rakyat pun akan menjadi sehat.

Sebuah renungan bahwa sesungguhnya manusia diciptakan dengan membawa tujuan otentik, yaitu menghamba pada Allah dengan misi otentiknya sebagai kholifah di bumi yang menjaga kemakmuran seluruh alam. Dengan demikian, manusia senantiasa melakukan perubahan, perbaikan dan perluasan demi kemakmuran bumi.

Tetapi seringkali perubahan, perbaikan dan perluasan itu berdampak pada kerusakan lingkungan dimana-mana. Ironisnya hanya sedikit manusia yang peduli dengan lingkungan. Padahal kasus kian bertambah dan bertambah yang pada akhirnya berdampak sangat serius terhadap kesehatan masyarakat. Kasus pencemaran lingkungan sudah meluas yang mengakibatkan kondisi kesehatan menjadi turun. ISPA, mutasi genetic, keracunan, gatal-gatal, diare, dsb. merupakan contoh kecil dari penyakit yang ditimbulkan.

Sementara itu pemerintah berupaya memperbaiki lingkungan dengan berbagai macam program dan peraturannya. Slogan “Pembangunan berwawasan lingkungan” merupakan slogan yang bagus. Tetapi persoalannya adalah pada implementasinya. Apakah pembangunan sudah benar-benar berwawasan lingkungan ? Artinya setiap pembangunan sudah melihat pada aspek dampak lingkungan. Kasus banjir bengawan Solo, rob yang selalu membanjiri Semarang bagian bawah, dan adanya perubahan iklim ataupun cuaca, kemarau di musim hujan ataupun hujan di musim kemarau dan masih banyak lagi contoh yang lain. Ini merupakan daftar lain akibat dampak lingkungan yang tidak sehat secara global. Kondisi yang demikian tersebut diperparah lagi dengan kondisi penyehatan lingkungan yang kurang, seperti penyediaan air bersih yang masih rendah, jumlah penduduk yang memiliki jamban belum 100 %, pengelolaan sampah yang belum baik, cakupan rumah sehat yang rendah. Pada ujungnya adalah masyarakat, penduduk nusantara ini yang semakin sengsara. Untuk itu, kepedulian lingkungan perlu dilakukan oleh semua pihak.

Sesungguhnya persoalan penyehatan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya oleh Dinas Kesehatan saja, atau oleh Bapedal saja, atau oleh Organisasi Lingkungan saja. Tetapi keterpaduan semua pihak, baik eksekutif, legislatif, swasta maupun masyarakat sendiri yang mampu menyelesaikan insya Allah.



1. Semua Penyakit Menular Berbasis Lingkungan

Menurut HL Blum (1974) bahwa status kesehatan dipengaruhi oleh 4 faktor, yaitu : Lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan genetik. Lingkungan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap status kesehatan. Sedangkan menurut John Gordon, penyakit dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu : Host (tuan rumah), Agent, dan Environment (lingkungan).
Memang penyebab utama penyakit adalah bakteri, virus atau makhluk renik yang lain. Tetapi bakteri, virus atau makhluk renik yang lain tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Dalam gambar di atas menunjukkan bahwa lingkungan merupakan pengendali dari host dan agent. Dengan demikian, untuk mencegah munculnya ketidakseimbangan host dan agent, maka lingkungan harus tetap dijaga dengan baik. Ketidak beresan di lingkungan berakibat tidak beresnya agen ataupun host, sehingga penyakit itupun mudah muncul. Penyakit TB Paru, diare, flu burung, flu babi, maupun penyakit menular yang lain adalah akibat berkembang biaknya bakteri maupun virus di tubuh manusia. Sedangkan penularan dan berkembangbiaknya bakteri maupun virus sangat dipengaruhi kondisi lingkungan di sekitar manusia tersebut.



2. Kondisi Penyehatan Lingkungan dan Penyakit di Jawa Tengah

Kondisi penyehatan lingkungan di Jawa Tengah pada dasarnya sudah cukup baik, tetapi masih banyak yang harus diperbaiki. Adapun gambaran kondisi penyehatan lingkungan di Jawa Tengah berdasarkan profil kesehatan Jawa Tengah Tahun 2008 diantaranya adalah sebagai berikut :

§ Akses air bersih sebesar 83,23 % dengan sumur gali yang paling banyak diakses (52,33 %).

§ Cakupan kepemilikan jamban sebesar 65,34 %

§ Cakupan kepemilikan tempat sampah sebesar 62,20 %

§ Cakupan kepemilikan pengelolaan air limbah rumah tangga sebesar 45,06 %

§ Cakupan rumah sehat sebesar 58,83 %

Hal ini diperparah lagi dengan polusi udara yang semakin tinggi. Debu total yang tinggi berakibat tingginya kasus ISPA.

Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa upaya penyehatan lingkungan masih harus lebih banyak ditingkatkan. Hal ini karena cakupan kepemilikan sarana air bersih maupun sanitasi dasar masih rendah. Perlu diketahui bahwa lingkungan yang buruk akan berdampak pada pola penyakit yang muncul di masyarakat. Adapun penyakit yang timbul dapat dilihat dari angka kesakitan yang ada, seperti :

§ Angka kesakitan TB Paru sebesar 107/100.000 penduduk

§ Angka kesakitan diare sebesar 1,86 %

§ Angka kesakitan DBD sebesar 5,92/10.000 penduduk

§ Dan masih banyak yang lain.



3. Bagaimana seharusnya ?

Sebuah pertanyaan yang mungkin perlu renungan yang mendalam. Jawaban sementara yang mudah adalah ”adanya keterpaduan semua pihak”. Tetapi muncul pertanyaan berikutnya, ”bagaimana caranya ?”. Jawaban sementara lagi yang mudah adalah ”adanya komitmen semua pihak untuk mengurangi penyakit dengan meningkatkan upaya penyehatan lingkungan secara terpadu.” Hal ini akan menjadi bahan pertanyaan terus selama semua pihak masih mempunyai kaca mata dan persepsi masing-masing yang berbeda. Ada yang menganggap penyehatan lingkungan itu penting, ada pula yang menganggap tidak. Tetapi, apakah kita akan terus mengeluarkan tenaga, biaya yang besar untuk berjuang mengurangi penyakit hanya dilihat dari aspek medis saja ? Sementara sesungguhnya hal itu bisa dicegah dengan menyehatkan lingkungan. Kita hanya menunggu komitmen dari semua pihak. Hanya sekedar mengingatkan ”Lingkungan Sehat insya Allah, Rakyat Sehat”.
Read More...!

Kesehatan Lingkungan

Untuk menilai keadaan lingkungan dan upaya yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan sehat telah dipilih empat indikator, yaitu persentase keluarga yang memiliki akses air bersih, presentase rumah sehat, keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar, Tempat Umum dan Pengolahan Makanan (TUPM) .

Beberapa upaya untuk memperkecil resiko turunnya kualitas lingkungan telah dilaksanakan oleh berbagai instansi terkait seperti pembangunan sarana sanitasi dasar, pemantauan dan penataan lingkungan, pengukuran dan pengendalian kualitas lingkungan.

Pembangunan sarana sanitasi dasar bagi masyarakat yang berkaitan langsung dengan masalah kesehatan meliputi penyediaan air bersih, jamban sehat, perumahan sehat yang biasanya ditangani secara lintas sektor. Sedangkan dijajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemantauan kualitas air minum, pemantauan sanitasi rumah sakit, pembinaan dan pemantauan sanitasi tempat-tempat umum (Hotel, Terminal), tempat pengolahan makanan, tempat pengolahan pestisida dan sebagainya.

Didalam memantau pelaksanaan program kesehatan lingkungan dapat dilihat beberapa indikator kesehatan lingkungan sebagai berikut:

1. Penggunaan Air Bersih
Untuk tahun 2007 jumlah keluarga yang diperiksa yang memiliki akses air bersih 72,35%. Dari hasil inspeksi sanitasi petugas Puskesmas penggunaan air bersih pada setiap keluarga yang paling tertinggi adalah sumur gali +34,99%, sumur pompa tangan +31,86% ledeng +18,59.

2. Rumah Sehat
Bagi sebagian besar masyarakat, rumah merupakan tempat berkumpul bagi semua anggota keluarga dan menghabiskan sebagian besar waktunya, sehingga kondisi kesehatan perumahan dapat berperan sebagai media penularan penyakit diantara anggota keluarga atau tetangga sekitarnya.

Pada tahun 2007 telah dilakukan pemeriksaan rumah sehat di 40 wilayah Puskesmas di kab.Tangerang, dari hasil inspeksi sanitasi 560.426 rumah maka 68,34% dinyatakan sehat.

Dari data yang ada maka program sosialisasi terhadap masyarakat untuk membangun rumah sehat perlu terus dilakukan sehingga pencegahan terhadap perkembangan vektor penyakit dapat diperkecil, demikian pula penyebab penyakit lainnya di sekitar rumah.

3. Keluarga Dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar.
Keluarga dengan kepemilikan sarana sanitasi dasar meliputi persediaan air bersih, kepemilikan jamban keluarga, tempat sampah dan pengelolaan air limbah keluarga keseluruhan hal tersebut sangat diperlukan didalam peningkatan kesehatan lingkungan.

Dari hasil pendataan yang dilakukan oleh sanitasi Puskesmas menggambarkan sampai tahun 2007 dapat digambarkan pada grafik berikut.

4. Tempat Umum dan Pengolahan Makanan (TUPM)
Makanan termasuk minuman, merupakan kebutuhan pokok dan sumber utama bagi kehidupan manusia, namun makanan yang tidak dikelola dengan baik justru akan menjadi media yang sangat efektif didalam penularan penyakit saluran pencernaan (Food Borne Deseases). Terjadinya peristiwa keracunan dan penularan penyakit akut yang sering membawa kematian banyak bersumber dari makanan yang berasal dari tempat pengolahan makanan (TPM) khususnya jasaboga, rumah makan dan makanan jajanan yang pengelolaannya tidak memenuhi syarat kesehatan atau sanitasi lingkungan.
Read More...!

Pengaruh Lingkungan Terhadap Individu

Lingkungan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya adalah belajar.

Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman, karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya. Manusia tidak bisa melepaskan diri secara mutlak dari pengaruh lingkungan itu, karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya.
Sejauh mana pengaruh lingkungan itu bagi diri individu, dapat kita ikuti pada uraian berikut :

1. Lingkungan membuat individu sebagai makhluk sosial

Yang dimaksud dengan lingkungan pada uraian ini hanya meliputi orang-orang atau manusia-manusia lain yang dapat memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi, sehingga kenyataannya akan menuntut suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan yang lainnya.

Terputusnya hubungan manusia dengan masyarakat manusia pada tahun-tahun permulaan perkembangannya, akan mengakibatkan berubahnya tabiat manusia sebagai manusia. Berubahnya tabiat manusia sebagai manusia dalam arti bahwa ia tidak akan mampu bergaul dan bertingkah laku dengan sesamanya.

Dapat kita bayangkan andaikata seorang anak manusia yang sejak lahirnya dipisahkan dari pergaulan manusia sampai kira-kira berusia 10 tahun saja, walaupun diberinya cukup makanan dan minuman, akan tetapi serentak dia dihadapkan kepada pergaulan manusia, maka sudah dapat dipastikan bahwa dia tidak akan mampu berbicara dengan bahasa yang biasa, canggung pemalu dan lain-lain. Sehingga kalaupun dia kemudian dididik, maka penyesuaian dirinya itu akan berlangsung sangat lambat sekali.

2. Lingkungan membuat wajah budaya bagi individu

Lingkungan dengan aneka ragam kekayaannya merupakan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi kekayaan budaya bagi dirinya. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang, karena manusia hidup adalah manusia yang berfikir dan serba ingin tahu serta mencoba-coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya.
Lingkungan memiliki peranan bagi individu, sebagai :
- Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu. Contoh : air dapat dipergunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung ke rumah.
- Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya. Contoh : air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya.
- Sesuatu yang diikuti individu. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengidentifikasinya, apabila dianggap sesuai dengan dirinya. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar, sedikit banyaknya sifat rajin dari temannya akan diikutinya sehingga lama kelamaan dia pun berubah menjadi anak yang rajin.
- Obyek penyesuaian diri bagi individu, baik secara alloplastis maupun autoplastis. Penyesuaian diri alloplastis artinya individu itu berusaha untuk merubah lingkungannya. Contoh : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga di kamarnya menjadi sejuk. Dalam hal ini, individu melakukan manipulation yaitu mengadakan usaha untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya. Sedangkan penyesuaian diri autoplastis, penyesusian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit, pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan, namun lama-kelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak menjadi gangguan lagi, karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya.
Read More...!

Cara Mengatasi Kerusakan Lingkungan Yang Paling Sederhana Di Kehidupan Kita

Kelangsungan hidup berbagai mahluk hidup di muka bumi kian terancam. Sudah saatnya setiap orang ikut menangani dengan cara masing-masing dan sesegera mungkin. Pastikan semua menggunakan solusi dan teknologi yang ramah lingkungan.

Hemat energy :
Matikan semua alat elektronik saat tidak digunakan. Kerlip merah penanda standby menunjukkan alat tersebut masih menggunakan listrik. Artinya Anda terus berkontribusi pada pemanasan global.
Pilihlah perlengkapan elektronik serta lampu yang hemat energy.
Saat matahari bersinar hindari penggunaan mesin pengering, jemur dan biarkan pakaian kering secara alami.

Hemat air :
Matikan keran saat sedang menggosok gigi.
Gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman.
Segera perbaiki keran yang bocor - keran bocor menumpahkan air bersih hingga 13 liter air per hari.
Jika mungkin mandilah dengan menggunakan shower. Mandi berendam merupakan cara yang paling boros air.

Hemat kayu dan kertas :
Selalu gunakan kertas di kedua sisinya.
Gunakan kembali amplop bekas.

Kurangi, pakai lagi dan daur ulang (Reduce, Reuse and Recycle) :
Bantulah mengurangi tumpukan sampah dunia.
Jangan gunakan produk 'sekali pakai' seperti piring dan sendok kertas atau pisau, garpu dan cangkir plastic.
Gunakan baterai isi ulang.
Pilih kalkulator bertenaga surya.
Simpan makanan dalam wadah keramik, hinder.
Read More...!

Kerusakan Lingkungan Mengancam Keanekaragaman Hayati

Lebih dari seperempat abad yang lalu,
tepatnya tahun 1972 di Stockholm, Swedia,
diselenggarakan Konferensi PBB yang bertemakan
Lingkungan Hidup. Pada kesempatan tersebut
disepakati tanggal 5 Juni sebagai Hari Lingkungan
Hidup Sedunia. Selain itu asas pengelolaan lingkungan
yang diharapkan menjadi kerangka acuan bagi setiap
negara turut dideklarasikan.

Kini 28 tahun sudah berlalu, namun pada
kenyataannya kerusakan lingkungan hidup masih
terjadi dimana-mana, termasuk di Indonesia. Yang
menonjol adalah gangguan atau kerusakan pada
berbagai ekosistem yang menyebabkan komponenkomponen
yang menyusun ekosistem, yaitu
keanekaragaman varietas (genetic, variety, atau subspecies
diversity), keanekaragaman jenis (species
diversity) juga ikut terganggu. Akibatnya, terjadilah
kepunahan varietas atau jenis hayati yang hidup di
dalam ekosistem. Pada akhirnya, baik secara langsung
ataupun tidak langsung, manusia yang sangat
tergantung pada kelestarian ekosistem tapi berlaku
kurang bijaksana terhadap lingkungannya, akan
merasakan berbagai akibatnya.
Kerusakan lingkungan, khususnya di
Indonesia, telah terjadi pada berbagai tempat dan
berbagai tipe ekosistem. Misalnya, pada ekosistem
pertanian, pesisir dan lautan. Ancaman kepunahan
satwa liar juga telah terjadi di mana-mana.
Berbagai kerusakan lingkungan di ekosistem
pertanian telah b anyak te rjadi baik pada ekos istem
pertanian sawah maupun ekosistem pe rta nian lahan
kering nonpadi. Kerusakan lingkungan di e kosistem
sawah utamanya diakibatkan oleh program Revolusi

KAWASANPERTANIAN.
Hijau (gre en revolu tion), khususn ya de ngan ad anya
introduksi va rietas padi ungg ul dari Filip ina, dan
pengg una an pupuk kimia, serta pengg unaan pes tisida
yang ta k terkendali. Revolusi Hijau mema ng telah
berjasa meningkatkan produk si padi sec ara na sional
(makro), namun progra m tersebut juga telah
menyebabkan kerusakan lingkungan y ang tidak
sedikit, seperti kepu nahan ratusan var ietas p adi lokal,
ledakan hama baru, serta pencemaran tanah dan air.
Pengaruh Revolu sihijau pada sistem sawah,
secara tidak langsung juga telah menyeb abkan
komersia lisasi pertanian lahan kering. Misalnya , akibat
desakan ekonomi pasar d i berbagai tem pat, sistem
perta nian ag roperhutanan (agrofo restry) tradisional
yang ramah lingkungan , seperti kebun campuran
(talun, Sunda) ditebangi, dibuka lalu digarap menjadi
kebun sayuran komersil. Akibatnya, sistem pertanian
agroperh utanantra disional yang tadinya biasa
ditanami aneka jenis tanaman kayu bahan bangunan,
kayu bakar dan buah-buahan, serta ditanami juga
dengan jenis ta naman semusim , seperti tanaman
pangan, sayur, bumbu masak, dan obat-obatan
tradisional, kini te ah berubah menjadi sistem pertanian
sayur monokultur komersil.kendati memberi peluang keluaran
(output)
ekonomi lebih tinggi, pengelolaan sistem pertanian
komersil sayuran pada dasarnya membutuhkan
asupan (input) yang tinggi yang bersumber dari luar
(pasar ). Keperluannya terurai seperti , benih sayur,
pupuk kimia dan oba t-obatan, sehingga petani menjadi
sangat ter gan tung pada ekonomi pasar. Akibat
perubahan ini, berbagai kerusakan lingkungan terjadi
di sentra-sen tra pertanian sayur lahan kering, seperti
pegunungan Dieng di Jawa Tengah, serta Garut,
Lembang, Majalaya, Ciwidey, dan pangalengan, di
Jawa Barat. Kerusakan itu antara lain timbulnya erosi
foto : Zaini R.
tanah dan degradasi lahan, karena lahan menjadi
terbuka. Erosi tanah dan pencucian pupuk kimia, serta
pestisida juga masuk ke badan perairan, seperti
sungai, kolam dan danau. Hal ini telah mengganggu
lingkungan perairan, seperti pendangkalan sungai,
danau, dan pencemaran perairan yang mengganggu
kehidupan ikan, udang, dan lain-lain.
Secara umum lahan yang terbuka, telah
menyebabkan punahnya fungsi-fungsi penting dari
agro-perhutanan tradisional. Misalnya, fungsi pengatur
tata air (hidroorologi), pengatur iklim mikro, penghasil
seresah dan humus, sebagai habitat satwa liar, dan
perlindungan varietas dan jenis-jenis tanaman lokal.
Maka tidaklah heran bila berbagai varietas atau jenisjenis
tanaman lokal, seperti bambu, buah-buahan,
kayu bakar, bahan bangunan, dan obat-obatan
tradisional, makin langka, karena kurang
dibudidayakan oleh para petani di lahan-lahan kering
pedesaan mereka.
Menurut taksiran, Indonesia memiliki garis
pantai sepanjang 81.000 km atau sekitar 14% garis
pantai dunia, dengan luas perairannya mencapai 5,8
juta km2 (termasuk ZEEI). Kekayaan yang dimiliki di
kawasan pesisir dan lautan adalah meliputi hutan
mangrove, terumbu karang dan ikan hias, rumput laut,
dan perikanan.
Pada akhir tahun 1980-an, luas hutan
mangrove masih tercatat mencapai 4,25 juta ha,
dengan sebaran yang terluas ditemukan di kawasan
Irian Jaya/Papua (69 %), Sumatera (16 %), dan
Kalimantan (9 %). Namun di P. Jawa, kawasan hutan
mangrove (bakau) sudah sangat terbatas, hanya
tinggal tersisa di bebarapa kawasan saja.

KAWASANPESISIRDANLAUTAN
Indonesia juga memiliki wilayah terumbu
karang terluas dengan bentangan dari barat ke timur
sepanjang kurang lebih 17.500 km. Rumput laut juga
ditemukan di banyak tempat. Rumput laut biasanya
berguna bagi berbagai kepentingan, seperti makanan
ternak serta bahan baku industri. Sedangkan
perikanan laut Indonesia, kaya akan jenis-jenis ikan
ekonomi penting, seperti tuna, cakalang, ikan karang,
pelagik kecil, dan udang.
Namun sayangnya berbagai potensi kawasan
pesisir dan lautan ini telah mendapat berbagai tekanan
berat dari tindakan manusia yang tidak bijaksana,
sehingga telah menimbulkan berbagai kerusakan
lingkungan. Bukan merupakan rahasia lagi bahwa
hutan mangrove di berbagai kawasan banyak
terganggu. Misalnya, penduduk lokal telah lama
menggunakan berbagai pohon bakau untuk kayu
bakar, bahan bangunan, tonggak-tonggak bagan,
tempat memasang jaring ikan, bahan arang dan lain
sebagainya. Hutan mangrove juga telah dibuka secara
besar-besaran untuk dijadikan daerah pemukiman,
perkebunan, bercocok tanam dan pertambakan udang.
Selain itu, pengambilan kayu-kayu mangrove berfungsi
sebagai bahan bakar pabrik minyak kelapa, pabrik
arang, dan bahan bubur kayu (pulp).
Penebangan hutan mangrove dapat
membawa dampak negatif, misalnya keanekaragaman
jenis fauna di hutan tersebut berkurang secara drastis,
sementara habitat satwa liar, seperti jenis-jenis burung
dan mamalia terganggu berat. Dampak lain adalah
hilangnya tempat bertelur dan berlindung jenis-jenis
kepiting, ikan dan udang sehingga banyak nelayan
mengeluh karena makin sedikitnya hasil tangkapan
mereka. Pengikisan pantai pun makin menjadi,
akibatnya air asin dari laut merembes ke daratan. Maka
daerah pertanian dan pemukiman jadi terganggu.
Belum lagi akibat jangka panjang dan dari segi ilmu
pengetahuan, sangatlah sukar untuk dapat dinilai
kerugian yang terjadi akibat kerusakan atau punahnya
hutan mangrove tersebut.
Gangguan lainnya pada ekosistem pesisir dan
laut adalah penggunaan bahan peledak dan racun
sianida untuk menangkap ikan serta pengambilan
terumbu karang. Hal tersebut menyebabkan berbagai
gangguan dan kerusakan terhadap jenis-jenis terumbu
karang dan ikan hias.
Gangguan terhadap perikanan laut, antara lain
terjadi karena adanya eksplotasi jenis-jenis ikan dan
udang yang melampui nilai keberlanjutannya dan
diperberat dengan makin maraknya pencurian yang
dilakukan oleh para nelayan asing, seperti Thailand,
Korea Selatan, dan Filipina. Hal ini semua telah
menyebabkan penangkan ikan secara berlebihan
(overfishing) yang mengganggu ekosistem lautan.
Untuk jangka panjang, hal ini sangat membahayakan,
karena keberlanjutan usaha perikanan nelayan dan
industri perikanan di Indonesia tidak dapat dijamin.
tajuk warta kehati 4 Juni - Juli 2000
foto : kehati

KAWASAN HUTAN
Berbagai kawasan hutan di Indonesia, seperti
hutan gambut yang tumbuh di lahan-lahan basah
gambut, yang sangat masam (pH 4.0) dan
berkandungan hara rendah, serta lahan hutan hujan
pamah Dipterocarparceae ataupun non-
Dipteroracpaceae telah banyak yang mengalami
kerusakan. Salah satu kasus yang paling menonjol
adalah pembukaan lahan gambut secara besarbesaran
-- dalam rangka Proyek Pengembangan
Lahan Gambut (PPLG) sejuta hektar di Kalimantan
Tengah pada tahun 1995 -- tanpa mempedulikan
dampaknya terhadap lingkungan hidup. Program di
lahan seluas 1.687.112 hektar tersebut diperuntukan
bagi pengembangan pertanian tanaman pangan, lahan
sawah, dan sebagai kawasan transmigrasi. Namun
gagasan tersebut pudar seiring dengan munculnya
sistem pemerintahan yang baru. Akibatnya lahanlahan
itu dibiarkan membentuk semak-semak belukar
sehingga para transmigran yang sudah lama
bermukim di sekitar tempat itu pun tidak dapat lagi
menggarap lahan tersebut, karena selain lahannya
sudah tidak subur, banyak hama tikus dan babi hutan.
Di samping itu, air di parit-parit pun berwarna gelap
kemerah-merahan serta asam, sehingga bila
dikonsumsi dapat merusak gigi (Kompas, 8 Mei 2000).
Masalah lainnya, peladangan liar oleh
penduduk pendatang, kebakaran hutan dan lahan,
pemberian konsesi hutan (HPH), pembukaan hutan
untuk transmigrasi dan perkebunan besar, serta
pencurian hasil hutan, juga telah menyebabkan
kerusakan ekosistem hutan secara besar-besaran.
Akibatnya, keanekaragam flora dan fauna hutan
menurun drastis, serta manfaat hutan bagi manusia
dapat terganggu atau hilang sama sekali. Contohnya,
hilangnya manfaat yang langsung bagi manusia,
antara lain hasil kayu, getah, sumber obat-obatan,
bahan industri, bahan kosmetik, bahan buah-buahan
dan lain-lain. Di samping itu, manfaat hutan secara
tidak langsung juga ikut hilang. Misalnya, sebagai
pengatur tata air di alam (hidroorologi), memberi
keindahan di alam, menjaga kelembaban udara,
memelihara iklim lokal, habitat satwa liar, sumber
plasma nutfah, kepentingan rekreasi, kepentingan
ilmiah, dan lain-lain.
Secara umum, adanya gangguan hutan di
mana-mana, yang paling merasakan akibatnya secara
langsung adalah penduduk yang bermukim di kawasan
atau sekitar kawasan hutan. Rusak atau hilangnya
hutan, bukan saja dapat mengakibatkan gangguan
lingkungan hayati, tapi juga secara langsung dapat
mengganggu kehidupan sosial ekonomi dan budaya
masyarakat pedesaan hutan. Mereka yang tadinya
mendapatkan bahan makanan dari jenis-jenis
tumbuhan atau satwa liar dengan secara bebas di
hutan, akan kehilangan sumber kehidupannya.
tajuk warta kehati 5

SATWA LANGKA
Dewasa ini tercatat berbagai jenis satwa liar di
Indonesia yang kondisi sangat mengkhawatirkan
karena adanya perburuan liar yang terus berlangsung
dan kerusakan atau kehilangan habitat satwa tersebut.
Misalnya, Banteng (Bos javanicus), kendati satwa ini
telah dilindungi undang-undang di Indonesia,
berdasarkan peraturan perlindungan binatang liar
1931, namun nasib kelangsungan satwa ini belum
dapat dijamin. Gangguan habitat asli Banteng, seperti
di Cagar Alam Leuweung Sancang dan Pangandaran,
Jawa Barat, terus berlangsung, akibat perusakan
hutan oleh para penebang liar, serta padang
penggembalaannya yang terdesak oleh suksesi hutan,
di samping masih banyaknya perburuan liar yang tidak
bertanggung jawab.
Jenis mammalia langka lainnya, yaitu Badak
Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) mengalami
nasib yang serupa. Hal ini diakibatkan oleh maraknya
aksi pembabatan hutan, pemasangan perangkap
berat, dan pemburuan diam-diam yang terjadi di
wilayah hutan Sumatera Barat. Sehingga hal ini sangat
mengancam terhadap keselamatan satwa langka yang
telah dilindungi undang-undang itu.
Jenis-jenis burung di alam tak luput juga dari
gangguan manusia. Sebut saja misalnya Jalak Putih
Bali, jenis-jenis burung Cendrawasih dan Gelatik Jawa.
Jalak putih Bali (Leucopsar rothschildi) yang
merupakan burung endemik di Bali Barat dan telah
dilindungi undang-undang di Indonesia, nasibnya terus
terancam akibat gangguan yang cukup serius dan tak
henti dari ulah manusia, yaitu adanya perburuan liar
dan perusakan habitat sebagai tempat tinggalnya di
daerah-daerah hutan. Perburuan liar banyak dilakukan
oleh penduduk, karena jenis burung itu laku dijual
mahal di pasar-pasar burung di kota sehingga para
pemburu liar ini mendapat penghasilan yang cukup
besar dari memperdagangkan burung itu. Gangguan
populasi burung tersebut juga diperberat lagi oleh
perusakan habitat melalui penebangan kayu secara
liar yang dilakukan penduduk untuk kebutuhan kayu
bakar rumah tangganya atau untuk dijual.
Juni - Juli 2000
Banteng (Bos javanicus)
illustrasi : Dwija Putra (PALMedia)
tajuk warta kehati 6
Nasib serupa juga menimpa berbagai jenis
burung Cendrawasih di Irian Jaya (Papua) yang kini
terancam punah akibat kerusakan hutan yang
merupakan habitat burung tersebut. Penyebab lainnya
adalah perburuan liar secara besar-besaran oleh orang
yang tidak bertanggung jawab, yang menjerat burung
malang tersebut dengan menggunakan jaring di udara.
Jaring-jaring biasanya dipasang dengan diikatkan
pada ranting-ranting kayu persis pada wilayah lalu
lintas burung di udara. Sehingga ribuan ekor jenis-jenis
burung cendrawasih, kakatua hitam, kakatua putih dan
nuri dapat ditangkap dan kemudian diselundupkan ke
kota-kota untuk diperjualbelikan (Kompas, 11 April
2000).
Read More...!

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek fisik-kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat. Dasar hukum AMDAL adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1999 tentang "Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup".

Dokumen AMDAL terdiri dari :
Dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan Hidup (KA-ANDAL)
Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL)
Dokumen Rencana Michelangelo Lingkungan Hidup (RKL)
Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)

AMDAL digunakan untuk:
Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah
Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan
Memberi masukan untuk penyusunan disain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan atau kegiatan.

Pihak-pihak yang terlibat dalam proses AMDAL adalah:
Komisi Penilai AMDAL, komisi yang bertugas menilai dokumen AMDAL
Pemrakarsa, orang atau badan hukum yang bertanggungjawab atas suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan, dan
masyarakat yang berkepentingan, masyarakat yang terpengaruh atas segala bentuk keputusan dalam proses AMDAL.
Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
Penentuan kriteria wajib AMDAL, saat ini, Indonesia menggunakan/menerapkan penapisan 1 langkah dengan menggunakan daftar kegiatan wajib AMDAL (one step scoping by pre request list). Daftar kegiatan wajib AMDAL dapat dilihat di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2006
Apabila kegiatan tidak tercantum dalam peraturan tersebut, maka wajib menyusun UKL-UPL, sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 Tahun 2002
Penyusunan AMDAL menggunakan Pedoman Penyusunan AMDAL sesuai dengan Permen LH NO. 08/2006
Kewenangan Penilaian didasarkan oleh Permen LH no. 05/2008
Read More...!

Lingkungan Dan Kesehatan

Kemampuan manusia untuk mengubah atau memoditifikasi kualitas lingkungannya tergantung sekali pada taraf sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuka hutan secukupnya untuk memberi perlindungan pada masyarakat.
Sebaliknya, masyarakat yang sudah maju sosial budayanya dapat mengubah lingkungan hidup sampai taraf yang irreversible. Prilaku masyarakat ini menentukan gaya hidup tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan yang diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit juga sesuai dengan prilakunya tadi.
Dengan demikian eratlah hubungan antara kesehatan dengan sumber daya sosial ekonomi. WHO menyatakan “Kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”.
Dalam Undang Undang No. 9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan. Dalam Bab 1, Pasal 2 dinyatakan bahwa “Kesehatan adalah meliputi kesehatan badan (somatik), rohani (jiwa) dan sosial dan bukan hanya deadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan”. Definisi ini memberi arti yang sangat luas pada kata kesehatan.
Masyarakat adalah terdiri dari individu-individu manusia yang merupakan makhluk biologis dan makhluk sosial didalam suatu lingkungan hidup (biosfir). Sehingga untuk memahami masyarakat perlu mempelajari kehidupan biologis bentuk interaksi sosial dan lingkungan hidup.
Dengan demikian permasalahan kesehatan masyarakat merupakan hal yang kompleks dan usaha pemecahan masalah kesehatan masyarakat merupakan upaya menghilangkan penyebab-penyebab secara rasional, sistematis dan berkelanjutan.
Pada pelaksanan analisis dampak lingkungan maka kaitan antara lingkungan dengan kesehatan dapat dikaji secara terpadu artinya bagaimana pertimbangan kesehatan masyarakat dapat dipadukan kedalam analisis lingkungan untuk kebijakan dalam pelaksnaan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Manusia berinteraksi dengan lingkungan hidupnya lebih baik, walaupun aktivitas manusia membuat rona lingkungan menjadi rusak.
Hal ini tidak dapat disangkal lagi kualitas lingkungan pasti mempengaruhi status kesehatan masyarakat. Dari studi tentang kesehatan lingkungan tersirat informasi bahwa status kesehatan seseorang dipengaruhi oleh faktor hereditas, nutrisi, pelayanan kesehatan, perilaku dan lengkungan.
Menurut paragdima Blum tentang kesehatan dari lima faktor itu lingkungan mempunyai pengaruh dominan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi status kesehatan seseorang itu dapat berasal dari lingkungan pemukiman, lingkungan sosial, linkungan rekreasi, lingkungan kerja.
Keadaan kesehatan lingkungan di Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapaat perhatian, karena menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah seperti:
Peledakan penduduk, penyediaan air bersih, pengolalaan sampah, pembuangan air limbah penggunaan pestisida, masalah gizi, masalah pemukiman, pelayanan kesehatan, ketersediaan obat, populasi udara, abrasi pantai, penggundulan hutan dan banyak lagi permasalahan yang dapat menimbulkan satu model penyakit.
Jumlah penduduk yang sangat besar 19.000 juta harus benar-benar ditangani. Masalah pemukiman sangat penting diperhatikan.
Pada saat ini pembangunan di sektor perumahan sangat berkembang, karena kebutuhan yang utama bagi masyarakat. Perumahan juga harus memenuhi syarat bagi kesehatan baik ditinjau dari segi bangungan, drainase, pengadaan air bersih, pengolalaan sampah domestik uang dapat menimbulkan penyakit infeksi dan ventilasi untuk pembangunan asap dapur.
Perilaku pola makanan juga mengubah pola penyakit yang timbul dimasyarakat. Gizi masyarakat yang sering menjadi topik pembicaraan kita kekurangan karbohidrat, kekurangan protein, kekurangan vitamin A dan kekurangan Iodium. Di Indonesia sebagian besar penyakit yang didapat berhubungan dengan kekurangan gizi.
Ada yang kekurangan kuantitas makanan saja (Maramus), tapi seringkali juga kualitas kurang (Kwashiorkor). Sebagian besar penyakit yang didapat berhubungan dengan kekurangan gizi terutama terdap[at pada anak-anak.
Industrialisasi pada saat ini akan menimbulkan masalah yang baru, kalau tidak dengan segera ditanggulangi saat ini dengan cepat. Lingkungan industri merupakan salah satu contoh lingkungan kerja. Walaupun seorang karyawan hanya menggunakan sepertiga dari waktu hariannya untuk melakukan pekerjaan di lingkungan industri, tetapi pemaparan dirinya di lingkungan itu memungkinkan timbulnya gangguan kesehatan dengan resiko trauma fisik gangguan kesehatan morbiditas, disabilitas dan mortalitas.
Dari studi yang pernah dilakukan di Amerika Serikat oleh The National Institute of Occupational Safety and Health pada tahun 1997 terungkap bahwa satu dari empat karyawan yang bekerja di lingkungan industri tersedia pada bahan beracun dan kanker. Lebih dari 20.000.000 karyawan yang bekerja di lingkungan industri setiap harinya menggarap bahan-bahan yang diketahui mempunyai resiko untuk menimbulkan kanker, penyakit paru, hipertensi dan gangguan metabolisme lain.
Paling sedikit ada 390.000 kasus gangguan kefaalan yang terinduksi oleh dampak negatif lingkungan industri dan100.000 kematian karena sebab okupasional dilaporkan setiap tahun.
Indonesia saat ini mengalami transisi dapat terlihat dari perombakan struktur ekonomi menuju ekonomi industri, pertambahan jumlah penduduk, urbanisasi yang meningkatkan jumlahnya, maka berubahlah beberapa indikator kesehatan seperti penurunan angka kematian ibu, meningkatnya angka harapan hidup ( 63 tahun ) dan status gizi.
Jumlah penduduk terus bertambah, cara bercocok tanam tradisional tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Dengan kemampuan daya pikir manusia, maka manusia mulai menemukan mesin-mesin yang dapat bekerja lebih cepat dan efisien si dari tenaga manusia. Peristiwa ini mulai dikenal dengan penemuan mesin uap oleh James Waat. Fase industri ini menimbulkan dampak yang sangat menyolok selain kemakmuran yang diperoleh juga exploitasi tenaga kerja, kecelakaan kerja, pencemaran lenigkungan, penyakit, wabah.
Pencemaran udara yang disebabkan industri dapat menimbulkan asphyxia dimana darah kekurangan oksigen dan tidak mampu melepas CO2disebabkan gas beracun besar konsentrasinya dedalam atmosfirseperti CO2, H2S, CO, NH3, dan CH4. Kekurangan ini bersifat akurat dan keracunan bersifat sistemik penyebab adalah timah hitam, Cadmium,Flour dan insektisida .
Pengaruh air terhadap kesehatan dapat menyebabkan penyakit menular dan tidak menular. Perkembangan epidemiologi menggambarkan secara spesifik peran lingkungan dalam terjadinya penyakit dan wabah. Lingkungan berpengaruh pada terjadinya penyakit penyakit umpama penyakit malaria karena udara jelek dan tinggal disekitar rawa-rawa. Orang beranggapan bahwa penyakit malaria terjadi karena tinggal pada rawa-rawa padahal nyamuk yang bersarang di rawa menyebabkan penyakit malaria. Dipandang dari
segi lingkungan kesehatan, penyakit terjadi karena interaksi antara manusia dan lingkungan.
Manusia memerlukan daya dukung unsur-unsur lingkungan untuk kelangsungan hidupnya. Udara, air, makanan, sandang, papan dan seluruh kebutuhan manusia harus diambil dari lingkungannya. Akan tetapi proses interaksi manusia dan lingkungannya ini tidak selalu mendapat untuk, kadang-kadang merugikan.
Begitu juga apabila makanan atau minuman mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan. Zat tersebut dapat berupa racun asli ataupun kontamunasi dengan mikroba patogen atau atau bahan kimia sehingga terjadinya penyakit atau keracunan. Hal ini merupakan hubungan timbal balik antara aktivitas manusia dengan lingkungannya.
Jadi dialam ini terdapat faktor yang menguntungkan manusia (eugenik) dan yang merugikan (disgenik). Usaha-usaha dibidang kesehatan lingkungan ditujukan untuk meningkatkan daya guna faktor eugenik dan mengurangi peran atau mengendalikan faktor disgenik. Secara naluriah manusia memang tidak dapat menerima kehadiran faktor disgenik didalam lingkungan hidupnya, oleh karena itu kita selalu berusaha memperbaiki keadaan sekitarnya sesuai dengan kemampuannya.
Sejalan dengan perkembangan ilmu dan tehnologi, lingkungan hidup akan berubah pula kualitasnya. Perubahan kualitas lingkungan akan selalu terjadi sehingga lingkungan selalu berada dalam keadaan dinamis. Hal ini disertai dengan meningkatnya pertumbuhan industri disegala bidang. Perubahan kualitas lingkungan yang cepat ini merupakan tantangan bagi manusia untuk menjaga fungsi lingkungan hidup agar tetap normal sehingga daya dukung kelangsungan hidup di bumi ini tetap lestari dan kesehatan masyarakat tetap terjamin.
Oleh karenanya perlu ditumbuhkan strategi baru untuk dapat meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat yakni setiap aktivitas harus:
a. Didasarkan atas kebutuhan manusia.
b. Ditujukan pada kehendak masyarakat.
c. Direncanakan oleh semua pihak yang berkepentingan.
d. Didasarkan atas prinsip-prinsip ilmiah.
e. Dilaksanakan secara manusiawi.
Pada analisis dampak lingkungan yang merupakan pengkajian akan kemungkinan timbulnya perubahan lingkungan yang terjadi akibat kegiatan/proyek. Perubahan-perubahan lingkungan yang mencakup komponen biofisik dan sosio ekonomi dan melibatkan komponen dampak kesehatan masyarakat yang berada disekitar proyek.
Pengaruh lingkungan terhadap kesehatan ada dua cara positif dan negatif. Pengaruh positif, karena didapat elemen yang menguntungkan hidup manusia seperti bahan makanan, sumber daya hayati yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraannya seperti bahan baku untuk papan, pangan, sandang, industi, mikroba dan serangga yang berguna dan lain-lainnya. Adapula elemen yang merugikan seperti mikroba patogen, hewan dan tanaman beracun, hewan berbahaya secara fisik, vektor penyakit dan reservoir penyebab dan penyebar penyakit.
Secara tidak langsung pengaruhnya disebabkan elemen-elemen didalam biosfir banyak dimanfaatkan manusia untuk meningkatkan kesejahteraanya. Semakin sejahtera manusia, diharapkan semakin naik pula derajat kesehatannya. Dalam hal ini, lingkungan
digunakan sebagai sumber bahan mentah untuk berbagai kegiatan industri kayu, industri meubel, rotan, obat-obatan, papan, pangan, fermentasi dan lain-lainnya.
Pengaruh langsung terhadap kesehatan disebabkan:
a. Manusia membutuhkan sumber energi yang diambil dari lingkungannya yakni makanan. Makanan yang harus tersedia sangat besar untuk kebutuhan manusia di dunia disamping masalah distribusi.
b. Adanya elemen yang langsung membahayakan kesehatan secara fisik seperti beruang, harimau, ular dan lain-lain.
c. Adanya elemen mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit (patogen). Mikroba ini digolongkan kedalam berbagai jenis seperti virus, ricketssia, bakteri, protozoa, fungi dan metazoa.
d. Adanya vektor yakni serangga penyebar penyebab penyakit dan reservoir agent penyakit.
Vektor penyakit yang memegang peranan penting dalam penyebaran penyakit nyamuk, lalat, kutu, pinyal dan tungau.
Read More...!

Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (Bagai Dua Sisi Mata Uang)

"Dalam pengelolaan sumber daya alam ini benang merahnya yang utama adalah mencegah timbulnya pengaruh negatif terhadap lingkungan dan mengusahakan kelestarian sumber daya alam agar bisa digunakan terus menerus untuk generasi-generasi di masa depan."Membahas tentang sumber daya alam, dapat kita bagi ke dalam dua kategori besar, yakni sumber daya alam yang bisa diperbaharui (seperti hutan, perikanan dan lain-lain). Dan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui, seperti, minyak bumi, batubara, timah, gas alam dan hasil tambang lainnya. Dalam tulisan ini akan kita kaji sumber daya alam berupa hasil tambang dan itu tidak dapat diperbaharui. Membicarakan hasil tambang, tentu timah merupakan salah satunya.

Apalagi timah sangat identik dari sebuah ciri khas sebuah propinsi yang bernama Bangka Belitung. Siapa yang tidak kenal negeri kita jika kita katakan merupakan salah satu pulau penghasil timah di republik ini. Namun, berbicara tentang pengelolaan hasil tambang berupa timah itu sendiri, rasanya sangat malu melihat bagaimana permukaan negeri ini yang telah hancur dan membentuk kolong-kolong kecil sehingga membentuk seperti sebuah danau-danau kecil. Apalagi butuh cost yang sangat mahal untuk reklamasi lahan minimal mengurangi dampak buruk pada masa yang akan datang. Siapa yang akan disalahkan? Bukan pertanyaan itu yang mesti kita jawab.

Tapi, bagaimana hal seperti itu bisa terjadi dan apa yang mesti kita perbuat untuk memberikan solusi yang terbaik untuk kelestarian sebuah lingkungan hidup. Mungkin, jika dikaitkan dengan kemiskinan dan bagaimana masyarakat harus berpikir untuk mengenyangkan “perut” hal inilah mungkin yang menjadi sebab utama mendorong penduduk menguras alam sehingga merusak lingkungan. Jika kita amati bahwa dapat kita katakan ada hubungan antara jumlah dan macamnya sumber daya alam dengan produk bagi konsumsi masyarakat. Hubungan tersebut terlihat bahwa semakin besar pola konsumsi masyarakat maka semakin banyak pula sumber daya alam yang akan dikelola dan semakin beraneka ragam pola konsumsi masyarakat, maka semakin bermacam pula sumber daya alam yang akan dikelola.

Dari permasalahan tersebut di atas, dapat kita telaah dan mungkin harus menjadi pertanyaan bagi kita, mengapa hal seperti itu bisa terjadi? Jawabannya tentu ada pada diri kita masing-masing untuk lebih bersikap arif terhadap lingkungan sebelum lingkungan itu sendiri yang memberitahu kepada kita bahwa setiap bencana alam yang terjadi adalah karena ulah tangan manusia itu sendiri. Kita amati bagaimana sebuah bencana banjir yang terjadi di Aceh & Sumatera Utara yang diakibatkan penggundulan Taman Nasional, Gunung Leuser, Alikodra (7/12/2006) atau di negeri Serumpun Sebalai sendiri, beberapa minggu terakhir terjadinya banjir yang menggenangi daerah Semabung, Pangkalpinang akibat tidak ada lagi yang menjadi penyerap air di daerah sekitarnya. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa kawasan hutan memiliki kemampuan dalam mengatur tata air, mencegah erosi dan banjir serta memelihara kesuburan tanah.

Berbicara sumber daya alam tentu tak lepas dari peran sebuah teknologi tepat guna untuk sebuah kelestarian lingkungan. Untuk itu, pengusaha harus dapat memilih teknologi dan cara produksi yang bisa memperkecil dampak negatif dari kepada lingkungan. Apalagi jika kita lihat kebijakan penataan ruang daerah dilakukan dengan tujuan untuk mampu menciptakan pemanfaatan ruang wilayah yang berimbang, optimal dan berwawasan lingkungan untuk kepentingan masyarakat luas. Kita tidak dapat menutup mata, bagaimana pemanfaatan teknologi berupa alat berat pada sektor pertambangan, yang secara seporadis membabat habis hutan untuk mencari hasil tambang yang terkadang hasilnya nihil atau 0%. Kepada siapa kita akan bertanggung jawab? Pikirkan apa yang dapat kita tinggalkan untuk generasi mendatang dan apa yang dapat kita katakan kepada mereka. Atau lingkungan hidup yang seperti inikah yang akan kita wariskan kepada mereka?

Akhir dari sebuah permasalahan, tentu akan tuntas dengan adanya solusi-solusi yang mungkin akan ada tindak lanjut ke depannya. Pertama, pemerintah harus lebih giat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya peranan lingkungan hidup dalam kehidupan manusia melalui pendidikan dalam dan luar sekolah. Kedua, perlunya inventarisasi dan Evaluasi potensi SDA dan lingkungan hidup. Ketiga, meningkatkan penelitian dan pengembangan potensi manfaat hutan terutama untuk pengembangan pertanian, industri dan kesehatan. Keempat, penyediaan Infra Struktur dan Spasial SDA dan Lingkungan Hidup baik di darat, laut maupun udara. Kelima, Perlunya persyaratan AMDAL terhadap usaha-usaha yang mengarah pada keseimbangan hidup. Terakhir, perlunya penyuluhan dan kerjasama kemitraan antara Lembaga Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup dan SDA serta perlunya peningkatan kemampuan Institusi dan SDM Aparatur Pengelolaan SDA dan LH. Karena pembangunan yang baik adalah yang berwawasan lingkungan walaupun terkadang dengan kemungkinan kerusakan untuk ditimbang dan dinilai manfaat untung ruginya dan diambil keputusan dengan penuh tanggung jawab kepada generasi mendatang. Karena generasi yang akan datang, tidak ikut serta dalam proses pengambilan keputusan sekarang dalam menentukan penggunaan sumber daya alam yang sebenarnya kita hanya meminjami dari mereka untuk pembangunan masa kini dengan dampak pembangunan di masa nanti!
Read More...!

Kamis, 18 Maret 2010

Wahana Lingkungan Hidup

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) adalah organisasi lingkungan hidup independen, non-profit dan terbesar di Indonesia.
Walhi didirikan pada 15 Oktober 1980 sebagai reaksi dan keprihatinan atas ketidakadilan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan sumber-sumber kehidupan, sebagai akibat dari paradigma dan proses pembangunan yang tidak memihak keberlanjutan dan keadilan. WALHI merupakan forum kelompok masyarakat sipil yang terdiri dari organisasi non-pemerintah (LSM/Ornop/NGO), Kelompok Pecinta Alam (KPA) dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

WALHI hadir di 26 provinsi dengan 436 organisasi anggota. WALHI kini memiliki 436 organisasi anggota (Juni 2005) yang secara aktif berkampanye di tingkat lokal dan nasional. Di tingkat internasional, WALHI berkampanye melalui jaringan Friends of the Earth Internasional yang beranggotakan 71 organisasi akar rumput di 70 negara, 15 organisasi afiliasi, dan lebih dari 1 juta anggota individu
Read More...!

Lingkungan

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Ilmu yang mempelajari lingkungan adalah ilmu lingkungan atau ekologi. Ilmu lingkungan adalah cabang dari ilmu biologi.
Read More...!